Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pesona indonesia

Gede Pangrango, awal Mantan lalu Manten

Banyak yang mengatakan haram hukumnya balikan dengan mantan. Untungnya bapak ibu-mu tak menganut paham itu Flores. Kalau itu berlaku bagi salah satu saja dari orangtuamu nak, maka dipastikan kowe ra ono le :D  Awal minggu pertama November 2014. Beberapa pekerja TV ingin naik gunung tanpa memikirkan segmentasi, jadwal shooting, naskah, dan materi on cam host. Berawal dari sekitar tiga orang, ajakan nanjak Gede Pangrango ini akhirnya menggaet beberapa orang. Termasuk mantan saya kala itu.  X : Bong, akhir minggu ada acara? Saya memulai pembicaaraan dengan panggilan yang sama waktu kami masih jadian. hahaha  Y : Nggak ada, kenapa? Dibales mungkin sekitar sejam kemudian. Y : Naik gunung yuk, Gede Pangrango X : Sama siapa aja? Dibalas cepat. Nada terdeteksi dingin. Seperti enggan, tapi tertarik, jual mahal lebih tepatnya. X : Sama A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K banyaklah Y : Oh Oke, aku nggak pernah naik gunung lho Aha. sinyal tertarik mulai terendus sodara-sodara. Singkat kata, singk...

Tambora, Indomie Pagi Buta & Hujan Bintang

Ini pertama kalinya saya naik gunung pakai mobil sampai pos terakhir. Dari sekian gunung yang didaki, gunung yang satu ini membekas di hati. Bukan karena tingginya, tapi karena cara pendakiannya, sejarah di baliknya dan tim hore yang terpaksa nerbangin drone gara-gara “tuan rumah”nya kesasar.                                                                                                         Adalah Nisa si Host bodor, Raden Mas Garry yang cekatan, Dolfi wajah cadas hati anak mas, dan Revi yang doyan hiking yang jadi partner trip kali ini.. Tak lupa bantuan super dari Geopark Nasional Tambora (Mbak Fitri, Bu Alfi, Pak Opik, Mas Dani, Mas Amir dan Mbak Adis)               ...

Yang Tak Terekam Kamera: Nenek, Air Meluap, dan Kentut Jahanam

Mengulang sedikit tulisan sebelumnya, setelah dua hari ada di dalam hutan Betung Kerihun, Kalimantan Barat, saya melihat sesosok nenek bungkuk di dalam hutan.  Asumsi awal, nenek itu jelas bukan manusia . ("rumah" kami di TN Betung Kerihun di tepian Sungai Embaloh) (detil perjumpaan di post sebelumnya  -  klik sini coy ) Setelah pertemuan "romantis" nan syahdu di bulan purnama kala itu, kami mendapat sebuah kejutan. Tepat tengah malam kami dijemput paksa Panglima Perang, Kepala Adat dan Tetua Kampung karena dianggap melanggar hukum adat, memasuki kawasan hutan tanpa izin desa. Desa yang merasa dilangkahi adalah Desa Sadap, disinilah kami sempat berdebat karena kami merasa sudah mengantongi izin masuk kawasan melalui Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun. Panglima Adat ingin menyita kamera kami. Wah terus kita mau ngapain Pak kalau kamera disita. Mancing?  Seorang tim bahkan dengan lantang berucap dengan heroik "kamera...

Nenek Hutan Perawan Betung Kerihun

Tepian Betung Kerihun, Maret 2013. Alkisah, kami bermalam di tengah hutan Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat. Melawan riak sungai ganas, kami akhirnya tiba di hutan perawan yang tinggal selangkah menuju negeri jiran. Setelah seharian liputan, daki pohon 25 meteran, tubing, makan malam, ngobrol gak karuan, saatnya istirahat malam. Kami berempat  @ramonytungka     @yudhincex12     @giovanirainanto  tidur dalam tenda. ⛺ Sementara   @popo_sidik  tidur di luar tenda. Yang saya ingat waktu itu bulan purnama, riak sungai & suara binatang malam terdengar samar. Karena merasa panas, saya keluar tenda, gelar sleeping bag, sekitar 5 langkah dari Popo. Saya nggak bisa tidur, setiap coba nutup mata, selalu gagal. Pandangan seperti digiring utk selalu melihat ke arah hutan Karena purnama, hutan rapat di sebelah kiri, nampak menciptakan labirin-labirin pucat Dan mendadak, saya merasa suasana sekitar begitu ramai, seperti...