Bang Rudy tak bisa menahan air matanya jatuh saat mengenang sosok sang ayah. Malam itu jenazah ayahnya sudah berada bersama dengan keluaraga di rumah selama lima bulan. Ibu bang Rudy juga memberi nasi ikan dan kopi hitam favorit mendiang suaminya setiap hari. Segala sesuatunya terasa magis di Toraja. Lanskap alam, budaya, wajah kota, hingga masyarakatnya membuat daya magis Toraja terasa kuat. Setelah siang kami berkunjung ke Londa, salah satu kubur batu paling popular di Toraja, malam harinya kami mengunjungi sebuah rumah di pinggiran Rantepao, Ibu Kota Kabupaten Toraja Utara. Pukul delapan malam, jalanan sudah sepi. Meninggalkan jalan besar kami masuk ke jalan-jalan yang tak terlalu lebar. Hingga masuk ke dalam pekarangan rumah yang luas. Ada tiga rumah berjejer yang terlihat, dua rumah modern, satu rumah merupakan tongkonan, rumah khas Toraja. Tuan rumah menyambut kami dengan hangat . “Ayo kita masuk, mau ketemu ay...
Travel. History. Food. Culture