Skip to main content

Posts

Showing posts with the label sejarah presiden soeharto

Yanti Nasution: Kita Seperti Menderita Sakit Kusta, Semua Menjauh

"P ada saat itu   banyak hal dilarang, tidak boleh pergi, tidak boleh memenuhi undangan, ya kalau ibu saya bilang kita seperti menderita sakit kusta gitu, semua menjauh dari kita." Yanti Nasution, Putri Sulung Jenderal Besar AH Nasution Sore itu saya datang ke sebuah perumahan tepat di belakang Mall Gandaria City. Obrolan yang dimulai sekitar pukul setengah lima sore itu baru usai sekitar pukul 7 malam. Kami menemui Hendrianti Sahara Nasution, putri sulung Jenderal Besar A.H Nasution. Salah perwira paling berpengaruh kala Orde Lama berkuasa. Tak bisa dipungkiri pengaruh Pak Nas di Angkatan Darat sangatlah kuat. Bahkan Presiden Soeharto berada 3 tingkat pangkat dibawah Pak Nas. Menghindari adanya matahari kembar Soeharto mulai menjauhkan  Nasution dari tampuk kekuasaan. Setelah membubarkan MPRS pada tahun 1972, Nasution tak memiliki kekuasaan apapun baik di lembaga pemerintah maupun di angkatan bersenjata.  Keluarganya-pun mendapat diskriminasi dari pemerintah Orde Baru. ...

Perihal Jenderal Besar Soeharto dan Wawancara Zuper Prof Salim Said

  "M aaf ya kalau saya bilang wartawan zaman sekarang ini banyak yang g*****, apalagi presenter berita **** itu, saya pernah diundang wawancara di studio itu bahas 65, bisa-bisanya dia bilang ‘ aduh Prof saya belum lahir tahun itu, nanti Prof aja yang ngomong banyak’ itu kan g***** namanya. dia kan punya mata buat baca ” ujar Prof Salim setengah emosi. Ketertarikan saya pada sosok Presiden kedua Indonesia, Soeharto dimulai kala bangku sekolah dasar. Di mata saya beliau adalah sosok bapak pembangunan bergelimang jasa untuk Indonesia. Apalagi sejak saya kecil Pak Harto sering angkat hasil panen raya di TVRI sambil senyum tiga jari . 😁   Hal ini semakin menjadi sejak kelas 1 SD hingga SMP, tiap malam 30 September kami, pelajar, dicekoki film Pengkhianatan G30S - PKI.  Delapan tahun film itu berhasil membangun imaji sosok "super" Soeharto di mata saya.   Imaji itu perlahan runtuh sejak saya kuliah, diskusi dengan beberapa kawan, literasi dan penelitian membuka mata. P...