Skip to main content

Posts

Showing posts with the label taman nasional

Tahan Kentut demi Maleo

Kami sedang berada di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Saya dan Mas Yud, produser tersomplak kami berada di dalam pos kecil berukuran 2 x 1,5 meter. Atapnya begitu rendah hingga kami harus jongkok dan tak bisa berdiri di dalam. Tanpa suara, mata kami mengintip jeli dari celah yang disediakan untuk mengamati dari kejauhan. Kami tengah "berburu" burung endemik maleo yang sangat sensitif dengan kehadiran manusia. Burung yang kami incar kali ini, Maleo, memang dikenal unik. Ukuran badan burung maleo sama dengan ukuran badan ayam.  Akan tetapi ukuran telur burung maleo besarnya kurang lebih enam kali lipat dari telur ayam. Sang betina biasanya akan pingsan setelah bertelur. Beberapa penelitian menyebutkan burung maleo dewasa akan berpasangan sampai mati. Ketika burung betina sudah siap untuk bertelur, maka pasangan dari burung maleo itu akan berjalan kaki hingga berkilo-kilometer menuju tempat bertelur komunal. Tempat ini pada umumnya terletak di pesisir pantai, atau yan...

Yang Tak Terekam Kamera: Nenek, Air Meluap, dan Kentut Jahanam

Mengulang sedikit tulisan sebelumnya, setelah dua hari ada di dalam hutan Betung Kerihun, Kalimantan Barat, saya melihat sesosok nenek bungkuk di dalam hutan.  Asumsi awal, nenek itu jelas bukan manusia . ("rumah" kami di TN Betung Kerihun di tepian Sungai Embaloh) (detil perjumpaan di post sebelumnya  -  klik sini coy ) Setelah pertemuan "romantis" nan syahdu di bulan purnama kala itu, kami mendapat sebuah kejutan. Tepat tengah malam kami dijemput paksa Panglima Perang, Kepala Adat dan Tetua Kampung karena dianggap melanggar hukum adat, memasuki kawasan hutan tanpa izin desa. Desa yang merasa dilangkahi adalah Desa Sadap, disinilah kami sempat berdebat karena kami merasa sudah mengantongi izin masuk kawasan melalui Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun. Panglima Adat ingin menyita kamera kami. Wah terus kita mau ngapain Pak kalau kamera disita. Mancing?  Seorang tim bahkan dengan lantang berucap dengan heroik "kamera...

Nenek Hutan Perawan Betung Kerihun

Tepian Betung Kerihun, Maret 2013. Alkisah, kami bermalam di tengah hutan Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat. Melawan riak sungai ganas, kami akhirnya tiba di hutan perawan yang tinggal selangkah menuju negeri jiran. Setelah seharian liputan, daki pohon 25 meteran, tubing, makan malam, ngobrol gak karuan, saatnya istirahat malam. Kami berempat  @ramonytungka     @yudhincex12     @giovanirainanto  tidur dalam tenda. ⛺ Sementara   @popo_sidik  tidur di luar tenda. Yang saya ingat waktu itu bulan purnama, riak sungai & suara binatang malam terdengar samar. Karena merasa panas, saya keluar tenda, gelar sleeping bag, sekitar 5 langkah dari Popo. Saya nggak bisa tidur, setiap coba nutup mata, selalu gagal. Pandangan seperti digiring utk selalu melihat ke arah hutan Karena purnama, hutan rapat di sebelah kiri, nampak menciptakan labirin-labirin pucat Dan mendadak, saya merasa suasana sekitar begitu ramai, seperti...